Tampilkan postingan dengan label Fakta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fakta. Tampilkan semua postingan

Asal Mula Candi Prambanan

Rabu, 13 November 2013 | komentar


Alkisah, pada dahulu kala terdapat sebuah kerajaan besar yang bernama Prambanan. Rakyatnya hidup tenteran dan damai. Tetapi, apa yang terjadi kemudian? Kerajaan Prambanan diserang dan dijajah oleh negeri Pengging. Ketentraman Kerajaan Prambanan menjadi terusik. Para tentara tidak mampu menghadapi serangan pasukan Pengging. Akhirnya, kerajaan Prambanan dikuasai oleh Pengging, dan dipimpin oleh Bandung Bondowoso.

Bandung Bondowoso seorang yang suka memerintah dengan kejam. “Siapapun yang tidak menuruti perintahku, akan dijatuhi hukuman berat!”, ujar Bandung Bondowoso pada rakyatnya. Bandung Bondowoso adalah seorang yang sakti dan mempunyai pasukan jin. Tidak berapa lama berkuasa, Bandung Bondowoso suka mengamati gerak-gerik Loro Jonggrang, putri Raja Prambanan yang cantik jelita. “Cantik nian putri itu. Aku ingin dia menjadi permaisuriku,” pikir Bandung Bondowoso.
Esok harinya, Bondowoso mendekati Loro Jonggrang. “Kamu cantik sekali, maukah kau menjadi permaisuriku ?”, Tanya Bandung Bondowoso kepada Loro Jonggrang. Loro Jonggrang tersentak, mendengar pertanyaan Bondowoso. “Laki-laki ini lancang sekali, belum kenal denganku langsung menginginkanku menjadi permaisurinya”, ujar Loro Jongrang dalam hati. “Apa yang harus aku lakukan ?”. Loro Jonggrang menjadi kebingungan. Pikirannya berputar-putar. Jika ia menolak, maka Bandung Bondowoso akan marah besar dan membahayakan keluarganya serta rakyat Prambanan. Untuk mengiyakannya pun tidak mungkin, karena Loro Jonggrang memang tidak suka dengan Bandung Bondowoso.
“Bagaimana, Loro Jonggrang ?” desak Bondowoso. Akhirnya Loro Jonggrang mendapatkan ide. “Saya bersedia menjadi istri Tuan, tetapi ada syaratnya,” Katanya. “Apa syaratnya? Ingin harta yang berlimpah? Atau Istana yang megah?”. “Bukan itu, tuanku, kata Loro Jonggrang. Saya minta dibuatkan candi, jumlahnya harus seribu buah. “Seribu buah?” teriak Bondowoso. “Ya, dan candi itu harus selesai dalam waktu semalam.” Bandung Bondowoso menatap Loro Jonggrang, bibirnya bergetar menahan amarah. Sejak saat itu Bandung Bondowoso berpikir bagaimana caranya membuat 1000 candi. Akhirnya ia bertanya kepada penasehatnya. “Saya percaya tuanku bias membuat candi tersebut dengan bantuan Jin!”, kata penasehat. “Ya, benar juga usulmu, siapkan peralatan yang kubutuhkan!”
Setelah perlengkapan di siapkan. Bandung Bondowoso berdiri di depan altar batu. Kedua lengannya dibentangkan lebar-lebar. “Pasukan jin, Bantulah aku!” teriaknya dengan suara menggelegar. Tak lama kemudian, langit menjadi gelap. Angin menderu-deru. Sesaat kemudian, pasukan jin sudah mengerumuni Bandung Bondowoso. “Apa yang harus kami lakukan Tuan ?”, tanya pemimpin jin. “Bantu aku membangun seribu candi,” pinta Bandung Bondowoso. Para jin segera bergerak ke sana kemari, melaksanakan tugas masing-masing. Dalam waktu singkat bangunan candi sudah tersusun hampir mencapai seribu buah.
Sementara itu, diam-diam Loro Jonggrang mengamati dari kejauhan. Ia cemas, mengetahui Bondowoso dibantu oleh pasukan jin. “Wah, bagaimana ini?”, ujar Loro Jonggrang dalam hati. Ia mencari akal. Para dayang kerajaan disuruhnya berkumpul dan ditugaskan mengumpulkan jerami. “Cepat bakar semua jerami itu!” perintah Loro Jonggrang. Sebagian dayang lainnya disuruhnya menumbuk lesung. Dung… dung…dung! Semburat warna merah memancar ke langit dengan diiringi suara hiruk pikuk, sehingga mirip seperti fajar yang menyingsing.
Pasukan jin mengira fajar sudah menyingsing. “Wah, matahari akan terbit!” seru jin. “Kita harus segera pergi sebelum tubuh kita dihanguskan matahari,” sambung jin yang lain. Para jin tersebut berhamburan pergi meninggalkan tempat itu. Bandung Bondowoso sempat heran melihat kepanikan pasukan jin.
Paginya, Bandung Bondowoso mengajak Loro Jonggrang ke tempat candi. “Candi yang kau minta sudah berdiri!”. Loro Jonggrang segera menghitung jumlah candi itu. Ternyata jumlahnya hanya 999 buah!. “Jumlahnya kurang satu!” seru Loro Jonggrang. “Berarti tuan telah gagal memenuhi syarat yang saya ajukan”. Bandung Bondowoso terkejut mengetahui kekurangan itu. Ia menjadi sangat murka. “Tidak mungkin…”, kata Bondowoso sambil menatap tajam pada Loro Jonggrang. “Kalau begitu kau saja yang melengkapinya!” katanya sambil mengarahkan jarinya pada Loro Jonggrang. Ajaib! Loro Jonggrang langsung berubah menjadi patung batu. Sampai saat ini candi-candi tersebut masih ada dan disebut Candi Loro Jonggrang. Karena terletak di wilayah Prambanan, Jawa Tengah, Candi Loro Jonggrang dikenal sebagai Candi Prambanan

Asal Mula Gunung Tangkuban Perahu

| komentar

Di Jawa Barat tepatnya di Kabupaten Bandung terdapat sebuah tempat rekreasi yang sangat indah yaitu Gunung Tangkuban Perahu. Tangkuban Perahu artinya adalah perahu yang terbalik. Diberi nama seperti karena bentuknya memang menyerupai perahu yang terbalik. Konon menurut cerita rakyat parahyangan gunung itu memang merupakan perahu yang terbalik. Berikut ini ceritanya.
Beribu-ribu tahun yang lalu, tanah Parahyangan dipimpin oleh seorang raja dan seorang ratu yang hanya mempunyai seorang putri. Putri itu bernama Dayang Sumbi. Dia sangat cantik dan cerdas, sayangnya dia sangat manja. Pada suatu hari saat sedang menenun di beranda istana, Dayang Sumbi merasa lemas dan pusing. Dia menjatuhkan pintalan benangnya ke lantai berkali-kali. Saat pintalannya jatuh untuk kesekian kalinya Dayang Sumbi menjadi marah lalu bersumpah, dia akan menikahi siapapun yang mau mengambilkan pintalannya itu. Tepat setelah kata-kata sumpah itu diucapkan, datang seekor anjing sakti yang bernama Tumang dan menyerahkan pintalan itu ke tangan Dayang Sumbi. Maka mau tak mau, sesuai dengan sumpahnya, Dayang Sumbi harus menikahi Anjing tersebut.
Dayang Sumbi dan Tumang hidup berbahagia hingga mereka dikaruniai seorang anak yang berupa anak manusia tapi memiliki kekuatan sakti seperti ayahnya. Anak ini diberi nama Sangkuriang. Dalam masa pertumbuhannya, Sangkuring se lalu ditemani bermain oleh seekor anjing yang bernama Tumang yang dia ketahui hanya sebagai anjing yang setia, bukan sebagai ayahnya. Sangkuriang tumbuh menjadi seorang pemuda yang tampan dan gagah perkasa.
Pada suatu hari Dayang Sumbi menyuruh anaknya pergi bersama anjingnya untuk berburu rusa untuk keperluan suatu pesta. Setelah beberapa lama mencari tanpa hasil, Sangkuriang merasa putus asa, tapi dia tidak ingin mengecewakan ibunya. Maka dengan sangat terpaksa dia mengambil sebatang panah dan mengarahkannya pada Tumang. Setibanya di rumah dia menyerahkan daging Tumang pada ibunya. dayanng Sumbi yang mengira daging itu adalah daging rusa, merasa gembira atas keberhasilan anaknya.
Segera setelah pesta usai Dayang Sumbi teringat pada Tumang dan bertanya pada pada anaknya dimana Tumang berada. Pada mulanya Sangkuriang merasa takut, tapa akhirnya dia mengatakan apa yang telah terjadi pada ibunya. Dayang Sumbi menjadi sangat murka, dalam kemarahannya dia memukul Sangkuriang hingga pingsan tepat di keningnya. Atas perbuatannya itu Dayang Sumbi diusir keluar dari kerajaan oleh ayahnya. Untungnya Sangkuriang sadar kembali tapi pukulan ibunya meninggalkan bekas luka yang sangat lebar di keningnya.Setelah dewasa, Sangkuriang pun pergi mengembara untuk mengetahui keadaan dunia luar.
Beberapa tahun kemudian, Sangkuriang bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik. Segera saja dia jatuh cinta pada wanita tersebut. Wanita itu adalah ibunya sendiri, tapi mereka tidak saling mengenali satu sama lainnya. Sangkuriang melamarnya, Dayang Sumbi pun menerima dengan senang hati. Sehari sebelum hari pernikahan, saat sedang mengelus rambut tunangannya, Dayang Sumbi melihat bekas luka yang lebar di dahi Sangkuriang, akhirnya dia menyadari bahwa dia hampir menikahi putranya sendiri. Mengetahui hal tersebut Dayang Sumbi berusaha menggagalkan pernikahannya. Setelah berpikir keras dia akhirnya memutuskan untuk mengajukan syarat perkawinan yang tak mungkin dikabulkan oleh Sangkuriang. Syaratnya adalah: Sangkuriang harus membuat sebuah bendungan yang bisa menutupi seluruh bukit lalu membuat sebuah perahu untuk menyusuri bendungan tersebut. Semua itu harus sudah selesai sebelum fajar menyingsing.
Sangkuriang mulai bekerja. Cintanya yang begitu besar pada Sangkuriang memberinya suatu kekuatan aneh. Tak lupa dia juga menggunakan kekuatan yang dia dapat dari ayahnya untuk memanggil jin-jin dan membantunya. Dengan lumpur dan tanah mereka membendung air dari sungai dan mata air. Beberapa saat sebelum fajar, Sangkuriang menebang sebatang pohon besar untuk membuat sebuah perahu. Ketika Dayang Sumbi melihat bahwa Sangkuriang hampir menyelesaikan pekerjaannya, dia berdoa pada dewa-dewa untuk merintangi pekerjaan anaknya dan mempercepat datangnya pagi.
Ayam jantan berkokok, matahari terbit lebih cepat dari biasanya dan Sangkuriang menyadari bahwa dia telah ditipu. Dengan sangat marah dia mengutuk Dayang Sumbi dan menendang perahu buatannya yang hampir jadi ke tengah hutan. Perahu itu berada disana dalam keadaan terbalik, dan membentuk Gunung Tangkuban Perahu(perahu yang menelungkub). Tidak jauh dari tempat itu terdapat tunggul pohon sisa dari tebangan Sangkuriang, sekarang kita mengenalnya sebagai Bukit Tunggul. Bendungan yang dibuat Sangkuriang menyebabkan seluruh bukit dipenuhi air dan membentuk sebuah danau dimana Sangkuriang dan Dayang Sumbi menenggelamkan diri dan tidak terdengar lagi kabarnya hingga kini.

Bahaya Minum Berenergi Bagi anak - anak dan Remaja

Selasa, 12 Februari 2013 | komentar


Penelitian terbaru pada minuman berenergi menunjukkan adanya efek berbahaya bagi remaja, mulai dari masalah jantung, masalah pencernaan, insomnia, kecemasan, dehidrasi, dan masih banyak lagi. Apalagi jika suatu minuman berenergi tersebut mengandung alkohol, maka hal tersebut akan lebih berbahaya lagi.

Minuman berenergi berpotensi mengandung kafein dan alkohol yang tidak terkontrol jumlahnya

bahaya minuman berenergi bagi anak-anakMenurut pernyataan dari American Academy of Pediatrics, beberapa minuman berenergi yang populer saat ini mengandung kafein yang tinggi dan tidak diatur jumlahnya, serta stimulan lainnya yang dapat meningkatkan efek kafein. Banyaknya minuman berenergi yang beredar di pasaran membawa potensi adanya penyalahgunaan zat-zat yang terlibat seperti kafein dan alkohol. Oleh sebab itu, anda terutama para orang tua disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter mengenai minuman berenergi apa yang aman untuk dikonsumsi anak anda.
Banyaknya produk minuman berenergi yang ada dipasaran memang cukup memusingkan, dan beberapa diantaranya mungkin mengandung alkohol atau kafein. Lainnya mungkin hanya mengandung kafein, namun jumlahnya sangat banyak. Beberapa jenis minuman berenergi juga mengandung zat aditif seperti guarana, ginseng, taurina (turunan asam amino) yang efeknya belum sepenuhnya diketahui.
Ada 23 penelitian sebelumnya mengenai minuman berenergi dan dikonsumsi oleh para remaja. Para peneliti di salah satu penelitian tersebut menyimpulkan bahwa tidak pernah ada alasan yang baik bagi anak-anak dan remaja untuk mengonsumsi minuman berenergi. Secara umum, minuman yang mengandung kafein termasuk soda harus dihindari, ujar para peneliti.

Beda minuman berenergi dan minuman olahraga apa ??

Menurut para peneliti, remaja sering tidak tahu perbedaan antara minuman berenergi dan minuman olahraga. Minuman olahraga mengandung elektrolit, mineral, dan karbohidrat, serta dirancang sebagai pengganti elektrolit dan air yang keluar melalui keringat saat berolahraga. Sedangkan minuman berenergi sangat berbeda, mengandung stimulan termasuk kafein yang sering dikaitkan dengan diabetes hingga masalah jantung.
Bagi anak-anak dan remaja yang ingin meningkatkan energi disarankan mendapatkannya dengan cara yang lebih baik semisal tidur yang cukup, makan makanan sehat, dan berolahraga rutin, ujar Dr Kwabena Blankson, seorang dokter yang mengkhususkan diri dalam mengobati remaja di Pusat Medis Angkatan Laut, Portsmouth, Virginia. Dia menambahkan jika orang tua dan dokter sebaiknya terus mengawasi perilaku anak-anak dan remaja, memberikan pengetahuan tentang bahanya minuman berenergi, dan mengarahkan mereka ke alternatif-alternatif yang lebih sehat.

Fungsi Pura Sebagai Tempat Suci

Kamis, 31 Januari 2013 | komentar

Tanah Lot

Secara umum dapat dinyatakan bahwa fungsi tempat suci adalah sebagai sarana untuk memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta seluruh manifestasinya dan juga sebagai tempat memuja roh suci leluhur dengan berbagai macam tingkatannya.
            Sedangkan secara khusus fungsi tempat suci adalah serana untuk meningkatkan kualitas umat manusia, baik sebagai makhluk individu maupun makhluk social. Hubungan secara individu ini berfungsi untuk mengkomunikasikan Sang Hyang Atma yang ada pada diri manusia dengan Tuhan yang maha esa sebagai sumbernya.
            Tempat suci yang suci adalah tempat suci yang memiliki unsure – unsure kesucian serta dapat menggetarkan kesucian Sang Hyang Atman yang bersemayam di dalam Padmahrdaya setiap individu.
            Disamping berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas kesucian umat manusia secara individu, tempat suci umat hindu juga dapat difungsikan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas kesucian umat manusia sebagai makhluk social. Tempat suci berfungsi sebagai sadhana untuk meningkatkan berbagai macam ketrampilan umat manusia, tempat odalan, upacara keagamaan seperti Galungan, Kuningan, Saraswati, dll. Jenis ketrampilan yang dapat dikembangkan, seperti ketrampilan mengatur berbagai kegiatan (Managerial skill) dan ketrampilan tekhnis (technical skill) yang terkait dengan kegiatan upacara agama tersebut.

Musim Hujan, Waspadai Anak Sakit !!

Kamis, 13 Desember 2012 | komentar


Bagi yang sudah memiliki anak, salah satu hal yang paling tidak mengenakkan adalah kala menjumpai sang buah hati sedang sakit. Terutama saat musim hujan seperti sekarang ini. Tanpa mengesampingkan risiko sakit juga bisa terjadi pada orang dewasa, fokus perlu lebih diberikan kepada anak. Ini karena anak, terlebih yang masih balita, belum bisa diajak berkomunikasi secara maksimal agar tidak jatuh sakit.

Sekarang ini saya sedang mengalami kejadian seperti itu. Baitar, anak kedua saya, sedang dirawat di rumah sakit karena terserang typhus. Tentu tak sampai hati melihat bocah yang masih berusia 1,5 tahun itu sudah harus terkena typhus. Belum lagi harus menerima suntikan tiga kali sehari, setelah minum obat.
Bagaimanapun, saya merasa lebih baik Baitar dirawat di rumah sakit daripada di rumah. Di rumah sakit, dia bisa mendapat perawatan intensif dan istirahat dengan lebih tenang, dibandingkan dengan kalau harus dirawat oleh pembantu saya di rumah. Belum lagi kalau terganggu oleh berisiknya Rasha, sang kakak :)
Apa yang dialami Baitar bukanlah yang satu-satunya. Saya merasa perlu untuk sharing ini ke teman-teman karena saat ini banyak sekali penyakit yang menyerang anak-anak. Tak usah jauh-jauh, di lingkungan kerja dan tempat tinggal saya, banyak anak yang ‘kompak’ jatuh sakit. Jadi, saya perlu mengingatkan teman-teman yang sudah memiliki anak agar selalu memantau kesehatan anaknya agar tidak jatuh sakit. Ini musim hujan, banyak sekali virus, bakteri, dan kuman bertebaran. Tiga tahun lalu, di bulan yang sama dengan sekarang ini, anak sulung saya juga terserang muntaber, dan harus dirawat di rumah sakit juga.
Untuk itu, tak ada salahnya saya sharing tentang tips menghindari penyakit saat musim hujan. Ini saya sarikan dari beberapa sumber:

Cuci tangan
Sebagian virus menyebar lewat kontak langsung. Perlu untuk mencuci tangan sesering mungkin menggunakan sabun.

Hindari menyentuh muka
Virus biasanya masuk ke tubuh melalui mata, hidung, atau mulut. Jadi usahakan jangan terlalu sering menyentuh bagian muka.

Konsumsi makanan yang mengandung phytochemical
Phytochemical adalah bahan kimia alami yang ada pada tumbuhan yang memberi vitamin pada makanan. Zat jenis ini terdapat pada buah dan sayuran segar berwarna hijau, merah, dan kuning gelap.

Minum banyak air putih
Air berfungsi mengangkat racun-racun yang ada dalam tubuh. Usahakan banyak minum air putih, selain mudah dan murah, juga menyehatkan.
Juga, jangan remehkan muntah dan diare. Saat musim hujan, selokan yang tersumbat biasanya meluap dan turut membawa parasit, cacing, dan amuba. Untuk itu mari kita membiasakan untuk menjaga kebersihan, dengan mencuci tangan dan kaki setelah berpergian, mengenakan alas kaki agar mencegah penyebaran kotoran atau parasit masuk melalui kulit, dan juga menghindari membeli makanan di sembarang tempat.
 
Support : Creating Website | Johny Template | CopasBook
Copyright © 2011. CopasBook - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger