Tampilkan postingan dengan label Rakyat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rakyat. Tampilkan semua postingan

Gerak Dasar Tari Bali

Sabtu, 03 November 2012 | komentar

Copasbook - Tarian Bali sangat unik, dinamik, dan gerakan-gerakannya sangat beragam. Ketika menari seorang penari harus mampu memainkan seluruh anggota badannya, dari kepala hingga jari-jari kaki. Hal paling penting yang perlu diingat waktu menari adalah dia harus selalu membengkokkan lututnya (ees), melengkungkan punggungnya ke belakang, dan membusungkan dadanya.
Di bawah ini diberikan beberapa contoh gerakan.

Contoh gerakan kaki

Tampak sirang pada berarti tapak kaki sama serong
Ngumbang pada dasarnya berarti berjalan
Tayog berarti berjalan goyang
Nyeregseg berarti bergeser cepat
Tayog demang berarti berjalan dengan tangan di pinggang


Contoh gerakan tangan
Luk nagasatru berarti tangan berputar ke arah dalam
Nepuk kampuh berarti tangan menekan kampuh atau kamen di dada
Ngaweh berarti tangan melambai
Mungkah lawang adalah gerakan pembuka tarian
Nabdab gelung berarti tangan meraba gelungan 


Contoh gerakan jari

Jeriring berarti jari-jari bergetar halus
Manganjali berarti tangan menyembah
Ngutek berarti menunjuk-nunjuk
Nuding berarti jari menunjuk
Nyempurit berarti ibu jari melekat di jari tengah


Contoh gerakan badan

Ngotag dada berarti menggoyangkan dada
Ngotag pinggang berarti menggoyangkan pinggang
Ngotag pala berarti menggoyangkan pundak
Lelok berarti rebah kanan dan rebah kiri bergantian
Neregah berarti badan didorongkan ke depan


Contoh gerakan leher
Ngepik berarti leher rebah kanan dan kiri bergantian
Ngelidu berarti menoleh ke kanan dan ke kiri
Nyulengek berarti melihat ke atas
Ngetget berarti melihat ke bawah
Kidung but muring berarti bergeleng 

Hal yang menarik dan unik dari tarian Bali yang membedakannya dengan tarian-tarian lainnya adalah dalam gerakan mata atau seledet. Kedua bola mata digerakkan (melirik) ke kanan dan/atau ke kiri bersamaan dengan gerakan dagu. Ketika nyeledet mata harus terbuka lebar dan tidak boleh dikedipkan.
Disamping gerakan seluruh anggota badan, ekspresi muka juga sangat penting. Hal ini untuk menunjukkan karakter dari sebuah tarian, apakah itu gembira, marah, sedih, terkejut, asmara, dan lain-lainnya. Menurut Ni Ketut Reneng, sebuah tarian adalah perpaduan yang mendalam dari perasaan, gerakan badan, dan jiwa si penari dan tarian itu.

Lalu Lintas Jakarta

Rabu, 27 Juni 2012 | komentar

img

Copasbook | Jakarta
- Jakarta memang kota macet. Gurita kemacetan pun tidak lagi mengenal ruas jalan dan jam. Bahkan Kementerian Perhubungan pun mengakui kalau kecepatan rata-rata kendaraan di ibukota hanya lah 10-20 km/jam. Pekerjaan rumah yang bisa diselesaikan calon gubernur?

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Suroyo Alimoeso menjelaskan kalau pertumbuhan kendaraan sudah dalam batas akut.

Berdasarkan penelitian ADB di 2006 bahkan diperkirakan kalau akan ada pertumbuhan kendaraan dua kali lipat antara tahun 2010 silam sampai 2035 mendatang sementara pertumbuhan jalan kurang dari 1 persen saja.

"Tingginya tingkat penggunaan kendaraan pribadi mengakibatkan kemacetan lalu lintas," ujarnya dalam seminar Intellegent Transport System di Hotel Pullman, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (28/6/2012).

Sementara itu, dari 33 provinsi dengan 497 kabupaten atau kota yang ada di Indonesia, Jakarta adalah kota yang paling lambat pergerakkan kendaraan di jalan. Hanya rata-rata 10-20 km/jam mobil bisa berjalan di jalanan Jakarta.

Dari data Suroyo yang disajikan, Jakarta menempati urutan teratas wilayah paling macet di Indonesia. Jakarta membuat kawasan Jabodetabek memiliki kecepatan rata-rata laju kendaraan di jalanan hanya 19 km/jam.

Menjaga Kebersihan Lingkungan

Senin, 18 Juni 2012 | komentar (2)

Copasbook - Kebersihan lingkungan merupakan keadaan bebas dari kotoran, termasuk di dalamnya, debu, sampah, dan bau. Di Indonesia, masalah kebersihan lingkungan selalu menjadi perdebatan dan masalah yang berkembang. Kasus-kasus yang menyangkut masalah kebersihan lingkungan setiap tahunnya terus meningkat.

Problem tentang kebersihan lingkungan yang tidak kondusif dikarenakan masyarakat selalu tidak sadar akah hal kebersihan lingkungan. Tempat pembuangan kotoran tidak dipergunakan dan dirawat dengan baik. Akibatnya masalah diare, penyakit kulit, penyakit usus, penyakit pernafasan dan penyakit lain yang disebabkan air dan udara sering menyerang golongan keluarga ekonomi lemah. Berbagai upaya pengembangan kesehatan anak secara umum pun menjadi terhambat.

Lalu Bagaimana tips Mudah untuk menjaga kebersihan lingkungan ?
Tips dan Trik yang mudah, tepat dan efektif menyadarkan masyarakat Indonesia untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan?

Berikut Tips dan trik menjaga kebersihan lingkungan:

1. Dimulai dari diri sendiri dengan cara memberi contoh kepada masyarakat bagaimana menjaga kebersihan lingkungan.
2. Selalu Libatkan tokoh masyarakat yang berpengaruh untuk memberikan pengarahan kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
3. Sertkan para pemuda untuk ikut aktif menjaga kebersihan lingkungan.
4. Perbanyak tempat sampah di sekitar lingkungan anda;
5. Pekerjakan petugas kebersihan lingkungan dengan memberi imbalan yang sesuai setiap bulannya.
6. Sosialisakan kepada masyarakat untuk terbiasa memilah sampah rumah tangga menjadi sampah organik dan non organik.
7. Pelajari teknologi pembuatan kompos dari sampah organik agar dapat dimanfaatkan kembali untuk pupuk;
8. Kreatif, Dengan membuat souvenir atau kerajinan tangan dengan memanfaatkan sampah.
9. Atur jadwal untuk kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan.

Semoga bermanfaat dan lingkungan anda menjadi bersih, nyaman dan sehat.

Tokoh - tokoh penting dalam Peristiwa Proklamasi NKRI

Senin, 21 Mei 2012 | komentar


Sebagai warga negara Indonesia kita harus, menghargai jasa tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan. Bagaimana kita menghargai jasa-jasa para tokoh tersebut? Penghargaan kita terhadap jasa para tokoh proklamasi kemerdekaan dapat kita wujudkan dengan melakukan beberapa hal berikut.
  • Berziarah ke makam para pahlawan yang terlibat dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan dan mendoakan mereka.
  • Melakukan upacara peringatan kemerdekaan dengan penuh hikmat.
  • Mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya. Sebagai pelajar, kamu dapat mengisi kemerdekaan dengan belajar tekun supaya kelak bisa menjadi generasi penerus yang cerdas, terampil, dan berguna bagi bangsa dan negara.
  • Mempelajari riwayat para tokoh yang terlibat dalam proklamasi kemerdekaan. Setelah kita mengetahui riwayat hidup para tokoh tersebut, kita bisa meneladani hal-hal positif yang telah mereka lakukan. Selanjutnya, mari kita bahas beberapa tokoh penting yang berperan dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan.
1. Ir. Sukarno (1901-1970)
Sukarno adalah tokoh sangat penting dalam peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Sebagai pemimpin Indonesia yang menonjol waktu itu, Bung Karno dipilih menjadi ketua PPKI. PPKI adalah badan yang diberi wewenang untuk mempersiapkan segala sesuatu yang menyangkut masalah ketatanegaraan bagi negara Indonesia baru. Sepak terjang Bung Karno pada saat-saat menjelang kemerdekaan tidak bisa dilepaskan dari kedudukan beliau sebagai ketua PPKI. Bung Karno merupakan salah satu dari golongan tua yang menghendaki pelaksanaan proklamasi di dalam PPKI. Hal ini didasari pertimbangan untuk menghindari terjadinya pertumpahan darah. Karena pendapat ini, beliau harus berhadapan dengan para pemuda. Puncaknya adalah peristiwa Rengasdengklok. Bersama Bung Hatta Beliau diculik para pemuda dan diamankan di Rengasdengklok.
Sebagai Ketua PPKI, beliau menemui penguasa Jepang di Indonesia, yaitu Mayjen Nishimura. Mereka membicarakan kemerdekaan Indonesia. Beliau dan para pemimpin yang lain tetap melanjutkan tekad memproklamasikan kemerdekaan meskipun tanpa persetujuan penguasa Jepang.
Bung Karno bersama dengan Bung Hatta dan Ahmad Subarjo merumuskan naskah Prklamasi. Bahkan rumusan awal naskah proklamasi adalah tulisan tangan Bung Karno. Setelah naskah diketik oleh Sayuti Melik, Bung Karno dan Hatta menandatanganinya atas nama Bangsa Indonesia.
Peran Bung Karno yang sangat menonjol adalah bersama Bung Hatta bertindak sebagai Proklamator. Bung Karnolah yang akhirnya dengan penuh keberanian dan kekhidmatan memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.
2. Drs. Mohammad Hatta
Peran Drs. Mohammad Hatta dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan sangat penting. Waktu itu, Bung Hatta dianggap sebagai pemimpin utama Bangsa Indonesia selain Bung Karno. Beberapa kali beliau menjadi perantara antara golongan muda dan golongan tua, terutama dengan Bung Karno. Karena peran beliau, pendapat golongan tua dan golongan muda bisa dipertemukan. Beliau berdialog dengan golongan muda tentang cara memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
Selain itu, Bung Hatta adalah salah seorang perumus naskah Proklamasi. Bersama Bung Karno, Bung Hatta bertindak sebagai proklamator kemerdekaan Indonesia. Selain menandatangani naskah Proklamasi, beliau mendampingi Bung Karno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Bung Hatta juga sangat berjasa atas perubahan beberapa kata dalam Piagam Jakarta. Sebagai pemimpin bangsa beliau menerima aspirasi seluruh rakyat Indonesia. Beliau memikirkan keutuhan seluruh bangsa Indonesia
3. Ahmad Subarjo,
Ahmad Subarjo adalah Penasihat PPKI. Beliau menjadi penengah golongan muda dan kedua pemimpin nasional, Sukarno-Hatta. Beliau mewakili golongan tua berunding dengan para pemuda ketika Sukarno-Hatta diculik dan diamankan ke Rengasdengklok. Setelah dicapai kesepakatan, beliau menjemput Sukarno- Hatta ke Rengasdengklok. Beliau meyakinkan para pemuda bahwa pada tanggal 17 Agustus 1945 akan diumumkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Peran penting lain Subarjo adalah turut merumuskan naskah Proklamasi Kemerdekaan. Bersama Bung Karno dan Bung Hatta, Beliau merumuskan naskah Proklamasi di rumah Laksamana Maeda.
4. Ibu Fatmawati
Sebagai istri pemimpin Bangsa Indonesia, Fatmawati turut mendampingi Bung Karno. Ibu Fatmawati dikenal sebagai tokoh wanita yang dekat dengan rakyat Indonesia yang sedang memperjuangkan kemerdekaan. Jasa Ibu Fatmawati sangat menonjol dalam peristiwa Proklamasi. Beliau menjahit Bendera Pusaka, Merah Putih. Beliau menjahit Bendera Pusaka ini pada bulan Oktober 1944. Bendera ini dikibarkan setelah Bung Karno membaca Proklamasi.
5. Sutan Syahrir
Sutan Syahrir adalah tokoh politik, pejuang kemerdekaan, dan perdana menteri pertama RI. Syahrir dilahirkan di Bukit Tinggi. Pada zaman Jepang, Syahrir memutuskan untuk tidak beker-ja sama dengan pemerintah Jepang. Beliau salah satu tokoh yang berani mengambil risiko mencari berita mendengarkan berita radio. Syahrir adalah salah satu tokoh yang paling awal mengetahui berita Jepang menyerah kepada Sekutu. Setelah beliau mengetahui berita tersebut beliau mendesak Sukarno-Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di luar rapat PPKI.
6. Laksamana Takasi Maeda
Laksamana Maeda adalah seorang perwira penghubung Jepang. Beliau mendukung gerakan kemerdekaan Indonesia. Dukungannya telah tumbuh sejak beliau menjabat atase militer di Belanda. Di Belanda, beliau menjalin hubungan dengan sejumlah tokoh mahasiswa, misalnya Ahmad Subarjo. Beliau menjamin keselamatan perencanaan proklamasi. Perumusan teks Proklamasi dilakukan di rumah beliau. Karena dukungannya terhadap persiapan proklamasi kemerdekaan Indonesia, beliau ditangkap oleh Sekutu dan dipenjarakan di Gang Tengah.

Kewenangan, Kelembagaan, Dan Kepegawaian

| komentar


Co Pas Book - Pengalaman Masa Lalu, Kekhawatiran Masa Kini. Berdasarkan peraturan perundangan,
desentralisasi dan otonomi daerah di Indonesia sebenarnya sudah dikenal sejak lama,
pegawaibahkan sudah ada sejak masa Hindia Belanda (Decentralisatie Wet 1903). UU No. 22,
1999 tentang Pemerintahan Daerah merupakan UU otonomi daerah yang ketujuh sejak
Indonesia merdeka. Namun, berbagai UU itu pada umumnya “dibiarkan” tanpa dukungan
peraturan pelaksanaan yang diamanatkan oleh setiap UU tersebut. Oleh karena itu,
kebijakan otonomi daerah di Indonesia selama ini cenderung terhambat pelaksanaannya
atau sulit dipraktekkan dalam pengelolaan pemerintahan secara nyata.
Contoh dari keadaan itu terjadi pada UU No. 5, 1974 tentang Pokok-pokok
Pemerintahan Di Daerah. Salah satu Peraturan Pemerintah (PP) yang diamanatkan oleh
UU itu adalah PP tentang Penyelenggaraan Otonomi Daerah dengan Titik Berat pada
Daerah Tingkat II, yang baru dikeluarkan pada 1992 dan diujicobakan pada 1996 atau 22
tahun setelah UU induknya disahkan. Berdasarkan pengalaman itu, banyak “orang
daerah” yang menyatakan kekhawatirannya atas pelaksanaan UU No. 22, 1999, karena
penyusunan peraturan pelaksanaannya dinilai lambat, bahkan sampai sekarang masih
banyak yang belum dibuat. Lebih dari itu, beberapa peraturan pelaksanaan yang
dikeluarkan bahkan dinilai mengebiri UU induknya, misalnya Keputusan Presiden
(Keppres) No. 10, 2001 tentang Pelaksanaan Otonomi Daerah Di Bidang Pertanahan
dinilai menghambat pelaksanaan Pasal 11, Ayat (2) UU No. 22, 1999.
Berdasarkan pengalaman masa lalu dan kenyataan lambatnya pusat mengambil langkahlangkah
nyata dalam pelaksanaan otonomi daerah, maka muncul penilaian bahwa dalam
melaksanakan kebijakan otonomi daerah “orang pusat” masih bersikap setengah hati.
Dampak dari sikap pusat seperti ini sama sekali tidak menguntungkan perkembangan
pelaksanaan otonomi daerah. Apabila pusat tetap kuat (powerful) dalam mengatur daerah,
maka sistem pemerintahan akan cenderung bersifat sentralistik. Sebaliknya, apabila pusat
tidak cukup intensif mengontrol daerah, maka dapat terjadi penafsiran yang simpang siur
dalam cara pelaksanaan desentralisasi dan otonomi di daerah.
Secara formal pelaksanaan otonomi daerah sekarang ini diatur dengan UU No. 22, 1999
tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. 25, 1999 tentang Perimbangan Keuangan
antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Kedua UU ini menetapkan bahwa pelaksanaan
efektifnya dilakukan paling lambat Mei 2001 atau dua tahun sejak diundangkan.
Kemudian Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) No. IV/MPR/2000
merekomendasikan bahwa: a) bagi daerah yang sanggup melaksanakan otonomi secara
penuh (tuntas) dapat segera memulai pelaksanaannya terhitung 1 Januari 2001 yang
tercermin dalam APBN dan APBD, sedangkan b) bagi daerah yang belum mempunyai
kesanggupan penuh dapat memulainya secara bertahap. Dalam prakteknya, tidak ada
satupun daerah yang menyatakan belum sanggup melaksanakan otonomi daerah secara
penuh. Persoalannya peraturan perundangan memang belum menyediakan instrumen
objektif yang dapat dijadikan alat untuk mengukur “kesanggupan” suatu daerah.
 
Support : Creating Website | Johny Template | CopasBook
Copyright © 2011. CopasBook - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger