Tampilkan postingan dengan label Penting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penting. Tampilkan semua postingan

Contoh Makalah Kenakalan Remaja

Rabu, 13 November 2013 | komentar (1)

BAB I PENDAHULUAN  
1.1 Latar Belakang 
Remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa. Seorang remaja sudah tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanak-kanak, namun ia masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya dan inipun sering dilakukan melalui metoda coba-coba walaupun melalui banyak kesalahan. Kesalahan yang dilakukannya sering menimbulkan kekuatiran serta perasaan yang tidak menyenangkan bagi lingkungannya, orangtuanya. Kesalahan yang diperbuat para remaja hanya akan menyenangkan teman sebayanya. Hal ini karena mereka semua memang sama-sama masih dalam masa mencari identitas. Kesalahan-kesalahan yang menimbulkan kekesalan lingkungan inilah yang sering disebut sebagai kenakalan remaja. 
Remaja merupakan aset masa depan suatu bangsa. Di samping hal-hal yang menggembirakan dengan kegiatan remaja-remaja pada waktu yang akhir-akhir ini dan pembinaan yang dilakukan oleh organisasi-organisasi pelajar dan mahasiswa, kita melihat pula arus kemorosotan moral yang semakin melanda di kalangan sebagian pemuda- pemuda kita, yang lebih terkenal dengan sebutan kenakalan remaja. Dalam surat kabar- surat kabar sering kali kita membaca berita tentang perkelahian pelajar, penyebaran narkotika, pemakaian obat bius, minuman keras, penjambret yang dilakukan oleh anak-anak yang berusia belasan tahun, meningkatnya kasus-kasus kehamilan di kalangan remaja putri dan lain sebagainya. 
Hal tersebut adalah merupakan suatu masalah yang dihadapi masyarakat yang kini semakin marak, Oleh karena itu masalah kenakalan remaja seyogyanya mendapatkan perhatian yang serius dan terfokus untuk mengarahkan remaja ke arah yang lebih positif, yang titik beratnya untuk terciptanya suatu sistem dalam menanggulangi kenakalan di kalangan remaja.  
1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, penyusun merumuskan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini sebagai berikut:
1. Apakah kenakalan remaja itu?  2. Apa penyebab kenakalan remaja? 3. Bagaimana solusi mengatasi kenakalan remaja?  
1.3 Tujuan Tujuan disusunnya makalah ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang kenakalan remaja, penyebab berikut solusinya.  
1.4 Manfaat 1. Mahasiswa memahami pengertian kenakalan remaja. 2. Mahasiswa mengetahui faktor-faktor penyebab kenakalan remaja. 3. Mahasiswa mengetahui solusi dalam mengatasi kenakalan remaja. 
5  
BAB II PEMBAHASAN  
2.1. Pengertian Kenakalan Remaja 
Akhir-akhir ini di beberapa media masa sering kita membaca tentang perbuatan kriminalitas yang terjadi di negeri yang kita cintai ini. Ada anak remaja yang meniduri ibu kandungnya sendiri, perkelahian antar pelajar, tawuran, penyalahgunaan narkoba dan minum-minuman keras dan masih banyak lagi kriminalitas yang terjadi di negeri ini. Kerusakan moral sudah merebak di seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa serta orang yang sudah lanjut usia.  
Termasuk yang tidak luput dari kerusakan moral ini adalah remaja. Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia 13-18 tahun. Pada usia tersebut, seseorang sudah melampaui masa kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia berada pada masa transisi dan pencarian jati diri, yang karenanya sering melakukan perbuatan-perbuatan yang dikenal dengan istilah kenakalan remaja. 
Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Masalah kenakalan remaja mulai mendapat perhatian masyarakat secara khusus sejak terbentuknya peradilan untuk anak-anak nakal (juvenile court) pada 1899 di Illinois, Amerika Serikat. Beberapa ahli mendefinisikan kenakalan remaja ini sebagai berikut: 
 Kartono, ilmuwan sosiologi Kenakalan Remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang".  
 Santrock  "Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal."  
2.2. Penyebab Kenakalan Remaja 
Ulah para remaja yang masih dalam tarap pencarian jati diri sering sekali mengusik ketenangan orang lain. Kenakalan-kenakalan ringan yang mengganggu ketentraman lingkungan sekitar seperti sering keluar malam dan menghabiskan waktunya hanya untuk hura-hura seperti minum-minuman keras, menggunakan obat- obatan terlarang, berkelahi, berjudi, dan lain-lainnya itu akan merugikan dirinya sendiri, keluarga, dan orang lain yang ada disekitarnya. 
Cukup banyak faktor yang melatar belakangi terjadinya kenakalan remaja. Berbagai faktor yang ada tersebut dapat dikelompokkan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Berikut ini penjelasannya secara ringkas: 
1. Faktor Internal 
a. Krisis identitas 
Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan remaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.  
b. Kontrol diri yang lemah 
Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku 'nakal'. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya. 
2. Faktor Eksternal 
a. Kurangnya perhatian dari orang tua, serta kurangnya kasih sayang 
Keluarga merupakan unit sosial terkecil yang memberikan fondasi primer bagi perkembangan anak. Sedangkan lingkungan sekitar dan sekolah ikut memberikan nuansa pada perkembangan anak. Karena itu baik-buruknya struktur keluarga dan masyarakat sekitar memberikan pengaruh baik atau buruknya pertumbuhan kepribadian anak. Keadaan lingkungan keluarga yang menjadi sebab timbulnya kenakalan remaja seperti keluarga yang broken-home, rumah tangga yang berantakan disebabkan oleh kematian ayah atau ibunya, keluarga yang diliputi konflik keras, ekonomi keluarga yang kurang, semua itu merupakan sumber yang subur untuk memunculkan delinkuensi remaja. 
Dr. Kartini Kartono juga berpendapat bahwasannya faktor penyebab terjadinya kenakalan remaja antara lain: 
 Anak kurang mendapatkan perhatian, kasih sayang dan tuntunan pendidikan orang tua, terutama bimbingan ayah, karena ayah dan ibunya masing–masing sibuk mengurusi permasalahan serta konflik batin sendiri 
 Kebutuhan fisik maupun psikis anak–anak remaja yang tidak terpenuhi, keinginan dan harapan anak–anak tidak bisa tersalur dengan memuaskan, atau tidak mendapatkan kompensasinya 
 Anak tidak pernah mendapatkan latihan fisik dan mental yang sangat diperlukan untuk hidup normal, mereka tidak dibiasakan dengan disiplin dan kontrol-diri yang baik 
Maka dengan demikian perhatian dan kasih sayang dari orang tua merupakan suatu dorongan yang berpengaruh dalam kejiwaan seorang remaja dalam membentuk kepribadian serta sikap remaja sehari-hari. Jadi perhatian dan kasih sayang dari orang tua merupakan faktor penyebab terjadinya kenakalan remaja. 
b. Minimnya pemahaman tentang keagamaan 
Dalam kehidupan berkeluarga, kurangnya pembinaan agama juga menjadi salah satu faktor terjadinya kenakalan remaja. Dalam pembinaan moral, agama mempunyai peranan yang sangat penting karena nilai-nilai moral yang datangnya dari agama tetap tidak berubah karena perubahan waktu dan tempat. 
Pembinaan moral ataupun agama bagi remaja melalui rumah tangga perlu dilakukan sejak kecil sesuai dengan umurnya karena setiap anak yang dilahirkan belum mengerti mana yang benar dan mana yang salah, juga belum mengerti mana batas-batas ketentuan moral dalam lingkungannya. Karena itu pembinaan moral pada permulaannya dilakukan di rumah tangga dengan latihan-latihan, nasehat-nasehat yang dipandang baik.  
Maka pembinaan moral harus dimulai dari orang tua melalui teladan yang baik berupa hal-hal yang mengarah kepada perbuatan positif, karena apa yang diperoleh dalam rumah tangga remaja akan dibawa ke lingkungan masyarakat. Oleh karena itu pembinaan moral dan agama dalam keluarga penting sekali bagi remaja untuk menyelamatkan mereka dari kenakalan dan merupakan cara untuk mempersiapkan hari depan generasi yang akan datang, sebab kesalahan dalam pembinaan moral akan berakibat negatif terhadap remaja itu sendiri. 
Pemahaman tentang agama sebaiknya dilakukan semenjak kecil, yaitu melalui kedua orang tua dengan cara memberikan pembinaan moral dan bimbingan tentang keagamaan, agar nantinya setelah mereka remaja bisa memilah baik buruk perbuatan yang ingin mereka lakukan sesuatu di setiap harinya. 
Kondisi masyarakat sekarang yang sudah begitu mengagungkan ilmu pengetahuan mengakibatkan kaidah-kaidah moral dan tata susila yang dipegang teguh oleh orang-orang dahulu menjadi tertinggal di belakang. Dalam masyarakat yang telah terlalu jauh dari agama, kemerosotan moral orang dewasa sudah lumrah terjadi. Kemerosotan moral, tingkah laku dan perbuatan – perbuatan orang dewasa yang tidak baik menjadi contoh atau tauladan bagi anak-anak dan remaja sehingga berdampak timbulnya kenakalan remaja. 
c. Pengaruh dari lingkungan sekitar, pengaruh budaya barat serta pergaulan dengan teman sebayanya yang sering mempengaruhinya untuk mencoba dan akhirnya malah terjerumus ke dalamnya 
Lingkungan adalah faktor yang paling mempengaruhi perilaku dan watak remaja. Jika dia hidup dan berkembang di lingkungan yang buruk, moralnya pun akan seperti itu adanya. Sebaliknya jika ia berada di lingkungan yang baik maka ia akan menjadi baik pula.
Di dalam kehidupan bermasyarakat, remaja sering melakukan keonaran dan mengganggu ketentraman masyarakat karena terpengaruh dengan budaya barat atau pergaulan dengan teman sebayanya yang sering mempengaruhi untuk mencoba. Sebagaimana diketahui bahwa para remaja umumnya sangat senang dengan gaya hidup yang baru tanpa melihat faktor negatifnya, karena anggapan ketinggalan zaman jika tidak mengikutinya. 
d. Tempat pendidikan  
Tempat pendidikan, dalam hal ini yang lebih spesifiknya adalah berupa lembaga pendidikan atau sekolah. Kenakalan remaja ini sering terjadi ketika anak berada di sekolah dan jam pelajaran yang kosong. Belum lama ini bahkan kita telah melihat di media adanya kekerasan antar pelajar yang terjadi di sekolahnya sendiri. Ini adalah bukti bahwa sekolah juga bertanggung jawab atas kenakalan dan dekadensi moral yang terjadi di negeri ini. 
Akibat-akibat yang ditimbulkan oleh kenakalan remaja antara lain: 
1. Bagi diri remaja itu sendiri 
Akibat dari kenakalan yang dilakukan oleh remaja akan berdampak bagi dirinya sendiri dan sangat merugikan baik fisik dan mental, walaupun perbuatan itu dapat memberikan suatu kenikmatan akan tetapi itu semua hanya kenikmatan sesaat saja. Dampak bagi fisik yaitu seringnya terserang berbagai penyakit karena gaya hidup yang tidak teratur. Sedangkan dampak bagi mental yaitu kenakalan remaja tersebut akan mengantarnya kepada mental-mental yang lembek, berfikir tidak stabil dan kepribadiannya akan terus menyimpang dari segi moral yang pada akhirnya akan menyalahi aturan etika dan estetika. Dan hal itu kan terus berlangsung selama remaja tersebut tidak memiliki orang yang membimbing dan mengarahkan. 
2. Bagi keluarga 
Anak merupakan penerus keluarga yang nantinya dapat menjadi tulang punggung keluarga apabila orang tuanya tidak mampu lagi bekerja. Apabila remaja selaku anak dalam keluarga berkelakuan menyimpang dari ajaran agama, akan berakibat terjadi ketidakharmonisan di dalam kekuarga dan putusnya komunikasi antara orang tua dan anak. Tentunya hal ini sangat tidak baik karena dapat mengakibatkan remaja sering keluar malam dan jarang pulang serta menghabiskan waktunya bersama teman-temannya untuk bersenang-senang dengan jalan minum-minuman keras atau mengkonsumsi narkoba. Pada akhirnya keluarga akan merasa malu dan kecewa atas apa yang telah dilakukan oleh remaja. Padahal kesemuanya itu dilakukan remaja hanya untuk melampiaskan rasa kekecewaannya terhadap apa yang terjadi dalam keluarganya. 
3. Bagi lingkungan masyarakat 
Apabila remaja berbuat kesalahan dalam kehidupan masyarakat, dampaknya akan buruk bagi dirinya dan keluarga. Masyarakat akan menganggap bahwa remaja itu adalah tipe orang yang sering membuat keonaran, mabuk-mabukan ataupun mengganggu ketentraman masyarakat. Mereka dianggap anggota masyarakat yang memiliki moral rusak, dan pandangan masyarakat tentang sikap remaja tersebut akan jelek. Untuk merubah semuanya menjadi normal kembali membutuhkan waktu yang lama dan hati yang penuh keikhlasan.  
2.3. Solusi Kenakalan Remaja 
Dari berbagai faktor dan permasalahan yang terjadi di kalangan remaja masa kini sebagaimana telah disebutkan di atas, maka tentunya ada beberapa solusi yang tepat dalam pembinaan dan perbaikan remaja masa kini. Kenakalan remaja dalam bentuk apapun mempunyai akibat yang negatif baik bagi masyarakat umum maupun bagi diri remaja itu sendiri. Tindakan penanggulangan kenakalan remaja dapat dibagi dalam: 
1. Tindakan Preventif  
Usaha pencegahan timbulnya kenakalan remaja secara umum dapat dilakukan melalui cara berikut: 
a. Mengenal dan mengetahui ciri umum dan khas remaja 
b. Mengetahui kesulitan-kesulitan yang secara umum dialami oleh para remaja. Kesulitan-kesulitan mana saja yang biasanya menjadi sebab timbulnya pelampiasan dalam bentuk kenakalan. 
Usaha pembinaan remaja dapat dilakukan melalui: 
a. Menguatkan sikap mental remaja supaya mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapinya. 
b. Memberikan pendidikan bukan hanya dalam penambahan pengetahuan dan keterampilan melainkan pendidikan mental dan pribadi melalui pengajaran agama, budi pekerti dan etiket. 
c. Menyediakan sarana-sarana dan menciptakan suasana yang optimal demi perkembangan pribadi yang wajar. 
d. Memberikan wejangan secara umum dengan harapan dapat bermanfaat. 
e. Memperkuat motivasi atau dorongan untuk bertingkah laku baik dan merangsang hubungan sosial yang baik. 
f. Mengadakan kelompok diskusi dengan memberikan kesempatan mengemukakan pandangan dan pendapat para remaja dan memberikan pengarahan yang positif. 
g. Memperbaiki keadaan lingkungan sekitar, keadaan sosial keluarga maupun masyarakat di mana banyak terjadi kenakalan remaja. 
Sebagaimana disebut di atas, bahwa keluarga juga mempunyai andil dalam membentuk pribadi seorang remaja. Jadi untuk memulai perbaikan, maka harus mulai dari diri sendiri dan keluarga. Mulailah perbaikan dari sikap yang paling sederhana, seperti selalu berkata jujur meski dalam gurauan, membaca doa setiap melakukan hal-hal kecil, memberikan bimbingan agama yang baik kepada anak dan masih banyak hal lagi yang bisa dilakukan oleh keluarga. Memang tidak mudah melakukan dan membentuk keluarga yang baik, tetapi semua itu bisa dilakukan dengan pembinaan yang perlahan dan sabar. 
Dengan usaha pembinaan yang terarah, para remaja akan mengembangkan diri dengan baik sehingga keseimbangan diri yang serasi antara aspek rasio dan aspek emosi akan dicapai. Pikiran yang sehat akan mengarahkan para remaja kepada perbuatan yang pantas, sopan dan bertanggung jawab yang diperlukan dalam menyelesaikan kesulitan atau persoalan masing-masing. 
Usaha pencegahan kenakalan remaja secara khusus dilakukan oleh para pendidik terhadap kelainan tingkah laku para remaja. Pendidikan mental di sekolah dilakukan oleh guru, guru pembimbing dan psikolog sekolah bersama dengan para pendidik lainnya. Usaha pendidik harus diarahkan terhadap remaja dengan mengamati, memberikan perhatian khusus dan mengawasi setiap penyimpangan tingkah laku remaja di rumah dan di sekolah. 
Sekolah adalah lembaga pendidikan formal yang memiliki pengaruh kuat terhadap perkembangan remaja. Ada banyak hal yang bisa dilakukan pihak sekolah untuk memulai perbaikan remaja, di antaranya melakukan program “monitoring” pembinaan remaja melalui kegiatan-kegiatan keagamaan, kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah dan penyelenggaraan berbagai kegiatan positif bagi remaja.  
Pemberian bimbingan terhadap remaja tersebut bertujuan menambah pengertian remaja mengenai: 
a. Pengenalan diri sendiri: menilai diri sendiri dan hubungan dengan orang lain. 
b. Penyesuaian diri: mengenal dan menerima tuntutan dan menyesuaikan diri dengan tuntutan tersebut. 
c. Orientasi diri: mengarahkan pribadi remaja ke arah pembatasan antara diri pribadi dan sikap sosial dengan penekanan pada penyadaran nilai- nilai sosial, moral dan etik. 
Bimbingan yang dilakukan terhadap remaja dilakukan dengan dua pendekatan: 
a. Pendekatan langsung, yakni bimbingan yang diberikan secara pribadi pada remaja itu sendiri. Melalui percakapan mengungkapkan kesulitan remaja dan membantu mengatasinya. 
b. Pendekatan melalui kelompok, di mana ia sudah merupakan anggota kumpulan atau kelompok kecil tersebut: 

2. Tindakan Represif 
Usaha menindak pelanggaran norma-norma sosial dan moral dapat dilakukan dengan mengadakan hukuman terhadap setiap perbuatan pelanggaran. Dengan adanya sanksi tegas pelaku kenakalan remaja tersebut, diharapkan agar nantinya si pelaku tersebut “jera” dan tidak berbuat hal yang menyimpang lagi. Oleh karena itu, tindak lanjut harus ditegakkan melalui pidana atau hukuman secara langsung bagi yang melakukan kriminalitas tanpa pandang bulu. 
Sebagai contoh, remaja harus mentaati peraturan dan tata cara yang berlaku dalam keluarga. Disamping itu perlu adanya semacam hukuman yang dibuat oleh orangtua terhadap pelanggaran tata tertib dan tata cara keluarga. Pelaksanaan tata tertib harus dilakukan dengan konsisten. Setiap pelanggaran yang sama harus dikenakan sanksi yang sama. Sedangkan hak dan kewajiban anggota keluarga mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan dan umur. 
Di lingkungan sekolah, kepala sekolahlah yang berwenang dalam pelaksanan hukuman terhadap pelanggaran tata tertib sekolah. Dalam beberapa hal, guru juga berhak bertindak. Akan tetapi hukuman yang berat seperti skorsing maupun pengeluaran dari sekolah merupakan wewenang kepala sekolah. Guru dan staf pembimbing bertugas menyampaikan data mengenai pelanggaran dan kemungkinan-kemungkinan pelanggaran maupun akibatnya. Pada umumnya tindakan represif diberikan dalam bentuk memberikan peringatan secara lisan maupun tertulis kepada pelajar dan orang tua, melakukan pengawasan khusus oleh kepala sekolah dan tim guru atau pembimbing dan melarang bersekolah untuk sementara waktu (skors) atau seterusnya tergantung dari jenis pelanggaran tata tertib sekolah.  

3. Tindakan Kuratif dan Rehabilitasi 
Tindakan ini dilakukan setelah tindakan pencegahan lainnya dilaksanakan dan dianggap perlu mengubah tingkah laku pelanggar remaja itu dengan memberikan pendidikan lagi. Pendidikan diulangi melalui pembinaan secara khusus yang sering ditangani oleh suatu lembaga khusus maupun perorangan yang ahli dalam bidang ini. 
Solusi internal bagi seorang remaja dalam mengendalikan kenakalan remaja antara lain: 
 Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini. 
 Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya untuk melakukan point pertama. 
 Remaja menyalurkan energinya dalam berbagai kegiatan positif, seperti berolahraga, melukis, mengikuti event perlombaan, dan penyaluran hobi. 
 Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul. 
 Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan. 
Jika berbagai solusi dan pembinaan di atas dilakukan, diharapkan kemungkinan terjadinya kenakalan remaja ini akan semakin berkurang dan teratasi. Dari pembahasan mengenai penanggulangan masalah kenakalan remaja ini perlu ditekankan bahwa segala usaha pengendalian kenakalan remaja harus ditujukan ke arah tercapainya kepribadian remaja yang mantap, serasi dan dewasa. Remaja diharapkan akan menjadi orang dewasa yang berpribadi kuat, sehat jasmani dan rohani, teguh dalam kepercayaan (iman) sebagai anggota masyarakat, bangsa dan tanah air. 

15  
BAB III 
KESIMPULAN DAN SARAN  
3.1. Kesimpulan 
Masalah kenakalan remaja mulai mendapat perhatian masyarakat secara khusus sejak terbentuknya peradilan untuk anak-anak nakal (juvenile court) pada 1899 di Illinois, Amerika Serikat. Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. 
Faktor yang melatar belakangi terjadinya kenakalan remaja dapat dikelompokkan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berupa krisis identitas dan kontrol diri yang lemah. Sedangkan faktor eksternal berupa kurangnya perhatian dari orang tua; minimnya pemahaman tentang keagamaan; pengaruh dari lingkungan sekitar dan pengaruh budaya barat serta pergaulan dengan teman sebaya; dan tempat pendidikan. 
Akibat-akibat yang ditimbulkan oleh kenakalan remaja akan berdampak kepada diri remaja itu sendiri, keluarga, dan lingkungan masyarakat. 
Solusi dalam menanggulangi kenakalan remaja dapat dibagi ke dalam tindakan preventif, tindakan represif, dan tindakan kuratif dan rehabilitasi. Adapun solusi internal bagi seorang remaja dalam mengendalikan kenakalan remaja antara lain: 
 Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan 
 Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya untuk melakukan point pertama 
 Remaja menyalurkan energinya dalam berbagai kegiatan positif 
 Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul 
 Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan 
Segala usaha pengendalian kenakalan remaja harus ditujukan ke arah tercapainya kepribadian remaja yang mantap, serasi dan dewasa. Remaja diharapkan akan menjadi orang dewasa yang berpribadi kuat, sehat jasmani dan rohani, teguh dalam kepercayaan (iman) sebagai anggota masyarakat, bangsa dan tanah air.  
3.2. Saran 
Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis menyarankan untuk lebih menaruh perhatian terhadap persoalan sosial, terutama kenakalan remaja. Hendaknya kita dapat mencegah dan mengendalikan perilaku remaja sehingga tidak menimbulkan masalah sosial yang terjadi akibat kenakalan-kenakalan remaja tersebut. 

Bahaya Minum Berenergi Bagi anak - anak dan Remaja

Selasa, 12 Februari 2013 | komentar


Penelitian terbaru pada minuman berenergi menunjukkan adanya efek berbahaya bagi remaja, mulai dari masalah jantung, masalah pencernaan, insomnia, kecemasan, dehidrasi, dan masih banyak lagi. Apalagi jika suatu minuman berenergi tersebut mengandung alkohol, maka hal tersebut akan lebih berbahaya lagi.

Minuman berenergi berpotensi mengandung kafein dan alkohol yang tidak terkontrol jumlahnya

bahaya minuman berenergi bagi anak-anakMenurut pernyataan dari American Academy of Pediatrics, beberapa minuman berenergi yang populer saat ini mengandung kafein yang tinggi dan tidak diatur jumlahnya, serta stimulan lainnya yang dapat meningkatkan efek kafein. Banyaknya minuman berenergi yang beredar di pasaran membawa potensi adanya penyalahgunaan zat-zat yang terlibat seperti kafein dan alkohol. Oleh sebab itu, anda terutama para orang tua disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter mengenai minuman berenergi apa yang aman untuk dikonsumsi anak anda.
Banyaknya produk minuman berenergi yang ada dipasaran memang cukup memusingkan, dan beberapa diantaranya mungkin mengandung alkohol atau kafein. Lainnya mungkin hanya mengandung kafein, namun jumlahnya sangat banyak. Beberapa jenis minuman berenergi juga mengandung zat aditif seperti guarana, ginseng, taurina (turunan asam amino) yang efeknya belum sepenuhnya diketahui.
Ada 23 penelitian sebelumnya mengenai minuman berenergi dan dikonsumsi oleh para remaja. Para peneliti di salah satu penelitian tersebut menyimpulkan bahwa tidak pernah ada alasan yang baik bagi anak-anak dan remaja untuk mengonsumsi minuman berenergi. Secara umum, minuman yang mengandung kafein termasuk soda harus dihindari, ujar para peneliti.

Beda minuman berenergi dan minuman olahraga apa ??

Menurut para peneliti, remaja sering tidak tahu perbedaan antara minuman berenergi dan minuman olahraga. Minuman olahraga mengandung elektrolit, mineral, dan karbohidrat, serta dirancang sebagai pengganti elektrolit dan air yang keluar melalui keringat saat berolahraga. Sedangkan minuman berenergi sangat berbeda, mengandung stimulan termasuk kafein yang sering dikaitkan dengan diabetes hingga masalah jantung.
Bagi anak-anak dan remaja yang ingin meningkatkan energi disarankan mendapatkannya dengan cara yang lebih baik semisal tidur yang cukup, makan makanan sehat, dan berolahraga rutin, ujar Dr Kwabena Blankson, seorang dokter yang mengkhususkan diri dalam mengobati remaja di Pusat Medis Angkatan Laut, Portsmouth, Virginia. Dia menambahkan jika orang tua dan dokter sebaiknya terus mengawasi perilaku anak-anak dan remaja, memberikan pengetahuan tentang bahanya minuman berenergi, dan mengarahkan mereka ke alternatif-alternatif yang lebih sehat.

Apasih Stroke Itu ??

| komentar

Apakah stroke itu ?

Penyakit stroke adalah gangguan fungsi otak akibat aliran darah ke otak mengalami gangguan (berkurang). Akibatnya, nutrisi dan oksigen yang dbutuhkan otak tidak terpenuhi dengan baik. Penyebab stroke ada 2 macam, yaitu adanya sumbatan di pembuluh darah (trombus), dan adanya pembuluh darah yang pecah.
Umumnya stroke diderita oleh orang tua, karena proses penuaan menyebabkan pembuluh darah mengeras dan menyempit (arteriosclerosis) dan adanya lemak yang menyumbat pembuluh darah (atherosclerosis). Tapi beberapa kasus terakhir menunjukkan peningkatan kasus stroke yang terjadi pada usia remaja dan usia produktif (15 - 40 tahun). Pada golongan ini, penyebab utama stroke adalah stress, penyalahgunaan narkoba, alkohol, faktor keturunan, dan gaya hidup yang tidak sehat.

Penyebab stroke

Pada kasus stroke usia remaja, faktor genetika (keturunan) merupakan penyebab utama terjadinya stroke. Sering ditemui kasus stroke yang disebabkan oleh pembuluh darah yang rapuh dan mudah pecah, atau kelainan sistem darah seperti penyakit hemofilia dan thalassemia yang diturunkan oleh orang tua penderita. Sedangkan jika ada anggota keluarga yang menderita diabetes (penyakit kencing manis), hipertensi (tekanan darah tinggi), dan penyakit jantung, kemungkinan terkena stroke menjadi lebih besar pada anggota keluarga lainnya.
Penyebab serangan stroke lainnya adalah makanan dengan kadar kolesterol jahat (Low Density Lipoprotein) yang sangat tinggi. Koleserol jahat ini banyak terdapat padajunk food, atau makanan cepat saji. Selain itu, penyebab terjadinya serangan stroke lainnya adalah kebiasaan malas berolah raga dan bergerak, banyak minum alkohol, merokok, penggunaan narkotika dan zat adiktif, waktu istirahat yang sangat kurang, serta stress yang berkepanjangan. Pecahnya pembuluh darah juga sering diakibatkan karena penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi).

Gejala terjadinya serangan stroke

Gejala awal stroke umumnya pusing, kepala serasa berputar (seperti penyakit vertigo), kemudian disusul dengan gangguan berbicara dan menggerakkan otot mulut. Gejala lainnya adalah tergangguanya sensor perasa (tidak bisa merasakan apapun , seperti dicubit atau ditusuk jarum) dan tubuh terasa lumpuh sebelah, serta tidak adanya gerakan refleks. Sering juga terjadi buta mendadak atau kaburnya pandangan (karena suplai darah dan oksigen ke mata berkurang drastis), terganggunya sistem rasa di mulut dan otot-otot mulut (sehingga sering dijumpai wajah penderita menjadi mencong), lumpuhnya otot-otot tubuh yang lain, dan terganggunya sistem memory dan emosi. Sering dijumpai penderita tidak dapat menghentikan tangisnya karena lumpuhnya kontrol otak pada sistem emosinya. Hal itu membuat penderita stroke berlaku seperti penderita penyakit kejiwaan, padahal bukan. Hal-hal seperti ini yang perlu dimengerti oleh keluarga penderita.

Proses penyembuhan

Ada 2 proses penyembuhan utama yang harus dijalani penderita. Pertama adalah penyembuhan dengan obat-obatan di rumah sakit. Kontrol yang ketat harus dilakukan untuk menjaga agar kadar kolesterol jahat dapat diturunkan dan tidak bertambah naik. Selain itu, penderita juga dilarang makan makanan yang dapat memicu terjadinya serangan stroke seperti junk food dan garam (dapat memicu hipertensi).
Proses penyembuhan kedua adalah fisiotherapy, yaitu latihan otot-otot untuk mengembalikan fungsi otot dan fungsi komunikasi agar mendekati kondisi semula. Fisiotherapi dilakukan bersama instruktur fisiotherapi, dan pasien harus taat pada latihan yang dilakukan. Jika fisiotherapi ini tidak dijalani dengan sungguh-sungguh, maka dapat terjadi kelumpuhan permanen pada anggota tubuh yang pernah mengalami kelumpuhan.
Kesembuhan pada penderita stroke sangat bervariasi. Ada yang bisa sembuh sempurna (100 %), ada pula yang cuma 50 % saja. Kesembuhan ini tergantung dari parah atau tidaknya serangan stroke, kondisi tubuh penderita, ketaatan penderita dalam menjalani proses penyembuhan, ketekunan dan semangat penderita untuk sembuh, serta dukungan dan pengertian dari seluruh anggota keluarga penderita. Seringkali ditemui bahwa penderita stroke dapat pulih kembali, tetapi menderita depresi hebat karena keluarga mereka tidak mau mengerti dan merasa sangat terganggu dengan penyakit yang dideritanya (seperti sikap tidak menerima keadaan penderita, perlakuan kasar karena harus membersihkan kotoran penderita, menyerahkan penderita kepada suster yang juga memperlakukan penderita dengan kasar, dan sebagainya). Hal ini yang harus dihindarkan jika ada anggota keluarga yang menderita serangan stroke.

Si Kacang Merah yang Bergizi

| komentar


Copas Book - Kacang merah ternyata memiliki kemampuan untuk mengatasi bermacam-macam penyakit, di antaranya mampu mengurangi kerusakan pembuluh darah, mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah, mengurangi konsentrasi gula darah, serta menurunkan resiko kanker usus besar dan kanker payudara.
kandungan gizi pada kacang merah sangat bagus bagi kesehatan tubuh manusia. Kacang merah kering merupakan sumber protein nabati, karbohidrat kompleks, serat, vitamin B, folasin, tiamin, kalsium, fosfor, dan zat besi. Folasin adalah zat gizi esensial yang mampu mengurangi resiko kerusakan pembuluh darah.
Kacang merah memiliki kandungan lemak dan natrium yang sangat rendah, nyaris bebas lemak jenuh, serta bebas kolersterol. Di samping itu, kacang merah juga merupakan sumber serat yang baik. Dalam 100 gram kacang merah kering, dapat menghasilkan 4 gram serat yang terdiri dari serat yang larut air dan serat yang tidak larut air. Serat yang larut air secara nyata mampu menurunkan kadar kolesterol dan kadar gula darah.
Untuk mendapatkan khasiat yang sempurna dari kacang merah, ada beberapa hal yang perlu dilakukan dalam mengolahnya. Sehabis direndam, buanglah air rendaman kacang merah. Kemudian rebuslah kacang merah dalam panci tertutup selama 3 menit, dan diamkan selama 2 jam agar airnya mengendap. Gantilah air rendaman itu dengan air yang matang, dan diamkan selama semalam. Esok harinya, kacang merah siap untuk dimasak menjadi makanan yang lezat. Hal ini perlu dilakukan untuk menghilangkan kemampuan kacang merah untuk memproduksi gas dalam usus yang akan membuat perut terasa kembung. 

Fungsi Icon pada Ms. Word 2007

Kamis, 31 Januari 2013 | komentar


 Office Button
Office Button terdiri dari dua area, yaitu area kiri dan area kanan. Area kiri berisi perintah seperti New, Open, Save, Save As, Print, Prepare, Send, Publish, dan Close. Sedangkan di area kanan berisi pintasan file dokumen yang baru-baru ini dibuka.
Pada bagian bawah flyout ini terdapat dua tombol perintah, yaitu Word Option (digunakan untuk melakukan properti terhadap MS Word 2007) dan Exit Word (digunakan untuk menutup jendela MS Word).
No     Nama Icon   Fungsi
1        New             untuk membuat file dokumen kosong baru
2        Open            untuk membuka file dokumen yang tersimpan
3        Save            untuk menyimpan file dokumen aktif
4        Save As       untuk menyimpan file dokumen ke dalam format tertentu
5        Print            untuk mencetak file dokumen yang sedang aktif
6        Prepare       untuk melakukan properti khusus terhadap file dokumen aktif
7        Send            untuk mengirimkan file dokumen aktif sebagai email / faksimile
8        Publish         untuk menerbitkan dokumen aktif ke website / blog / dll
9        Close            untuk menutup file dokumen aktif
TAB HOME
Group Clipboard
No     Nama Icon             Fungsi
1        Paste           untuk menempelkan hasil copy atau cut
2        Cut              untuk memotong teks/objek terpilih
3        Copy             untuk menggandakan teks/objek terpilih
4        Format Painter      untuk meniru format halaman dokumen ke dalam dokumen
lainnya
* Tombol panah kecil di sudut kanan-bawah setiap Group digunakan untuk mengakses pengaturan lanjutan mengenai fungsi suatu Group.

Group Font

No     Nama Icon             Fungsi
1        Font                      untuk memilih jenis huruf
2        Font Size               untuk mengatur ukuran huruf
3        Grow Font              untuk memperbesar ukuran huruf secara instan
4        Shrink Font           untuk memperkecil ukuran huruf secara instan
5        Change Case           untuk mengubah status huruf kapital/huruf kecil
6        Clear Formatting   untuk menghapus pemformatan teks terpilih
7        Bold                      untuk menebalkan teks terpilih
8        Italic                    untuk memiringkan Teks terpilih
9        Underline               untuk memberikan garis bawah pada teks terpilih
10      Strikethrough       memberikan tanda coret padateks terpilih
11       Subscript              untuk mengetik karakter pemangkatan
12      Superscript           untuk mengetik karakter pemangkatan
13      Text Effect           untuk memberikan efek artistik pada teks terpilih

14      Text Highlight Color       untuk memberikan warna stabilo di belakang teks
terpilih
15      Font Color                       untuk mengatur warna teks terpilih

Group Paragraph
No     Nama Icon             Fungsi
1        Bullets                   untuk memberikan tanda bullet di tiap paragraf terpilih
2        Numbering             untuk memberikan format penomoran di tiap paragraph
terpilih
3        Decrease Indent   untuk menggeser baris kedua paragraf ke kiri
4        Increase Indent    untuk menggeser baris kedua paragraf ke kanan
5        Left-to-Right        untuk menjadikan arah teks berjalan dari kiri ke kanan
(format Latin)
6        Right-to-Left        untuk menjadikan arah teks berjalan dari kanan ke kiri
(format Arab)
7        Sort                      untuk menyortir data
8        Show Paragraph Marks    untuk menampilkan / menyembunyikan tand
koreksi paragraph
9        Align Text Left     untuk mengatur teks rata kiri
10      Center                   untuk mengatur teks rata tengah
11       Align Text Right    untuk mengatur teks rata kanan
12      Justify                  untuk mengatur teks rata kanan-kiri
13      Line Spacing           untuk mengatur jarak antar baris teks
14      Shading                 untuk mengatur warna latar teks terpilih
15      Border                   untuk memberikan garis tepi pada teks terpilih

Group Styles
No     Nama Icon                      Fungsi
1        Heading Styles      berisi pilihan format judul/subjudul dari paragraf terpilih
2        Change Styles        berisi pilihan pengaturan tema paragraph

Group Editing
No     Nama Icon             Fungsi
1        Find             untuk mencari kata tertentu berdasarkan keyword tertentu
dalam suatu file
2        Replace        untuk mencari dan mengganti kata yang ditemukan untuk diganti
dengan kata tertentu dalam suatu file
3        Select         untuk memilih objek atau teks tertentu di dalam suatu file

TAB INSERT
Group Pages
No     Nama Icon   Fungsi
1        Cover Page   Untuk membuat cover/ sampul depan
2        Blank Page    untuk menyisipkan sebuah halaman baru
3        Page Break   Untuk memulai halaman selanjutnya pada posisi saat ini

Group Table
No     Nama Icon   Fungsi
1        Table           untuk membuat table

Group Illustrations
No     Nama Icon              Fungsi
1        Picture        untuk menyisipkan gambar ke dalam dokumen
2        Clip Art       Untuk menyisipkan kreasi seni, film, suara atau photo yang telah terformat
3        Shapes        untuk membuat bentuk-bentuk tertentu tanpa harus memakai
aplikasi tambahan
4        SmartArt    untuk menampilkan sebuah visualisasi informasi yang akan
ditampilkan dalam bentuk gambar, sehingga mudah dan cepat
dalam pembuatannya
5        Chart           untuk membuat diagram





Group Links
No     Nama Icon                       Fungsi
1        Hyperlink     Untuk menambahkan sebuah link untuk sebuah halaman web
2        Bookmark     untuk menyisipkan tanda yang dapat dipakai untuk di tuju pada
dokumen
3        Cross-reference    Digunakan untuk menyisipkanfootnote,caption, cross
reference, dan indeks

Group Header & Footer
No     Nama Icon                          Fungsi
1        Header        untuk membuat teks yang selalu muncul pada bagian atas dari
dokumen
2        Footer         untuk membuat teks yang selalu muncul pada bagian bawah dari
dokumen
3        Page Number         untuk menyisipkan nomor halaman ke dokumen

Group Text
No     Nama Icon   Fungsi
1        Text Box     untuk menyisipkan kotak teks pada dokumen
2        Quick Parts untuk menyisipkan objek-objek yang sering digunakan dengan
cepat dan efisien
3        WordArt    untuk menyisipkan dekorasi tulisan ke dalam dokumen
4        Drop Cap     Untuk menambahkan huruf kapital dalam ukuran besar di awal
paragraph
5        Signature Line       Untuk menyisipkan garis tanda tangan pemilik dokumen
6        Date & Time          untuk menyisipkan tanggal dan waktu yang aktif pada dokumen
yang sedang aktif
7        Object        untuk menyisipkan objek ke dalam dokumen

Group Symbols
No     Nama Icon                      Fungsi
1        Equation       untuk membuat format matematika
2        Symbol         untuk penyisipan simbol-simbol khusus


Tab Page Layout
Tab ini terdiri dari 5 Group perintah, yaitu : (1) Themes, (2) Page Setup, (3) Page Background, (4) paragraph, dan (5) Arrange.
Group Themes
No     Nama Icon   Fungsi
1        Themes        untuk memilih tema halaman yang meliputi warna halaman
berikut warna hurufnya
2        Color            untuk mengatur warna tema halaman
3        Fonts           untuk mengatur tema huruf yang akan diterapkan ke halaman
dokumen aktif
4        Effect         untuk mengatur tema efek terhadap objek Shape yang terdapat
di halaman dokumen

Group Page Setup
group Page Setup yaitu : (1) Margins, (2) Orientations, (3) Size, (4) Columns, (5) Breaks, (6 ) Line Numbers, dan (7) Hypenation.

No     Nama Icon   Fungsi
1        Margins       untuk mengatur batas teks di halaman dokumen
2        Orientation  untuk mengatur posisi kertas
3        Size             untuk mengatur ukuran halaman
4        Columns        untuk mengatur jumlah kolom teks
5        Breaks         untuk mengatur kontinuitas halaman maupun kolom teks
6        Line Numbers        untuk mengatur kontinuitas nomor baris teks
7        Hypenation   untuk memisahkan suku kata dengan tanda hubung secara otomatis

Group Page Background
Ada tiga menu perintah: (1) Watemark (2) Page Color, dan (3) Page Borders.
No     Nama Icon   Fungsi
1        Watermark  untuk memberikan efek tanda air di belakang teks
2        Page Color    untuk mengatur warna latar halaman
3        Page Borders digunakan   untuk mengatur garis tepi halaman

Group Paragraph
perintah-perintah yang terdapat group ini: (1) Indent, dan (2) Spacing.
No     Nama Icon   Fungsi
1        Indent         untuk mengatur batas teks
2        Spacing        untuk mengatur jarak antar paragraf

Group Arrange
No     Nama Icon   Fungsi
1        Position        untuk mengatur posisi objek di dalam suatu halaman
2        Wrap text   untuk mengatur posisi objek dalam kaitannya dengan paragraf teks
3        Bring Forward digunakan  untuk untuk memposisikan suatu objek dengan objek lainnya
4        Send Backward digunakan untuk mengirim objek terpilih ke belakang objek lainnya
5        Selection Pane       untuk menampilkan panel navigasi objek
6        Align digunakan      untuk mengatur posisi objek lepas
7        Group digunakan     untuk mengelompokkan beberapa objek menjadi satu grup
8        Rotate digunakan   untuk memutar, dan membalik suatu objek terpilih


TAB REFERENCES
Tab References terdiri dari 6 group: (1) Table of Contens, (2) Footnotes, (3) Citation & Bibliography, (4) Captions, (5) Index, dan (6) Table of Authorities.
Group Table of Contens
Icon perintah yang terdapat pada group Table of Contens terdiri dari 3 icon: Table of Contens, Add Text, dan Update Table.
No     Nama Icon   Fungsi
1        Table of Contens   untuk pengelolaan daftar isi
2        Add Text               untuk mengelola paragraf terpilih dalam kaitannya sebagai
entri dalam daftar isi yang sudah dibuat
3        Update Table        untuk memperbarui daftar isi
Group Footnotes
Group ini terdiri dari 4 icon perintah: (1) Insert Footnote, (2) Insert Endnote, (3) Next Footnote, dan (4) Show Notes.
No     Nama Icon                      Fungsi
1        Insert Footnote    untuk menyisipkan catatan kaki (rujukan yang berada di
bagian bawah halaman atau footer)
2        Insert Endnote      untuk menyisipkan catatan di akhir bab
3        Next Footnote.      untuk memantau footnote dan endnote
4        Show Notes           untuk memperlihatkan lokasi catatan, baik footnote
maupun endnote


Group Citation & Bibliography
Group ini terdiri dari 4 icon perintah: (1) Insert Citation, (2) Manage Source (3) Style, dan (4) Bibliography.
No     Nama Icon   Fungsi
1        Insert Citation      untuk menyisipkan kutipan langsung pada daerah kursor
aktif
2        Manage Sources     untuk mengelola seluruh sumber kutipan yang mungkin
sudah disisipkan di semua segmen file dokumen
3        Style                     untuk memilih bentuk bibliography yang diinginkan
4        Bibliography           untuk menyisipkan daftar pustaka ke dalam file dokumen
aktif

Group Captions
Group ini terdiri dari 4 icon perintah: (1) Insert Caption, (2) Inrert Table of Figures, (3) Update Table, dan (4) Cross-reference.
No     Nama Icon                       Fungsi
1        Insert Caption       untuk membubuhkan keterangan seputar ilustrasi atau
gambar yang sudah disisipkan
2        Insert Table of Figures  untuk menyisipkan daftar isi gambar yang
disisipkan ke dalam dokumen
3        Update Table        untuk melakukan pembaruan terhadap daftar catalog
gambar
4        Cross-reference    untuk menyisipkan referensi silang

Group Index

Group ini terdiri dari 3 icon perintah: (1) Mark Entry, (2) Insert Index, dan (3) Update Index.
No     Nama Icon                      Fungsi
1        Mark Entry            untuk menandai masukan baru dalam dokumen
2        Insert index                    untuk menyisipkan daftar kata (indeks) ke dalam dokumen
3        Update Index        untuk memperbarui daftar indeks terkini

Group Table Ofauthorities
No     Nama Icon                      Fungsi
1        Mark Citation        Menambahkan text yang telah dipilih untuk dimasukkan
kedalam table of authorities
2        Insert Table Of Authorities     Menyisipkan table of authorities pada
document

TAB MAILINGS
Group Create
No     Nama Icon   Fungsi
1        Envelopes     untuk membuat dan mencetak amplop
2        Labels                    untuk membuat dan mencetak label

Group Start Mail Merge
No     Nama Icon   Fungsi
1        Start Mail Merge  untuk membuat surat yang biasa atau berupa email untuk
banyak orang
2        Select Recipients  untuk membuat daftar penerima surat
3        Edit Recepient List         untuk mengubah daftar penerima surat

Group Write & Insert Fields
No     Nama Icon                                Fungsi
1        Highlight Merge Fields    untuk mempermudah mengubah informasi yang
salah
2        Address Block                 untuk memasukan alamat pada surat yang akan
dituju
3        Greeting Line                  untuk menambah nama sapaan
4        Insert Merge Field          untuk menambah informasi mengenai penerima
surat

Group Preview Result
No     Nama Icon   Fungsi
1        Preview Results     untuk melihat hasil surat yang dibuat dan daftar penerima surat.
2        Find Recipient       untuk mencari daftar penerima surat

GROUP FINISH
No     Nama Icon                                Fungsi
1        Finish & Merge      untuk mengetahui bahwa surat yang ibuat sudah lengkap

TAB REVIEW
Halaman pada ribbon ini berisi tombol-tombol untuk review (kaji ulang) naskah. Seperti mengecek ejaan, mengubah bahasa, translasi bahasa, menyematkan komentar, dan sebagainya.
Group Proofing
No     Nama Icon                      Fungsi
1        Spelling & Grammar         Memeriksa ejaan teks
2        Research                        Membuka panel penelitian referensi
3        Thesaurus                       Saran kata yang sepadan
4        Translate                        Menerjemahkan kata ke bahasa lain
5        Translation Screen Tip    Memungkinkan suatuscreen tip menerjemahkan ke
dalam bahasa lain pada kata di kursor yang berhenti
6        Set Language         Mengatur bahasa dengan mengecek dulu ejaan dan tata
bahasa yang terpilih
7        Word Count           Menemukan banyak kata, paragra, dan kalimat di dalam
documen

Group Comments
No     Nama Icon                       Fungsi
1        New Comment        Memasukkan komentar baru
2        Delete                   Menghapus komentar
3        Previous                 Memperlihatkan komentar sebelumnya
4        Next                     Memperlihatkan komentar selanjutnya

Group Tracking
No     Nama Icon                      Fungsi
1        Track Changes       Menelusuri perubahan yang terjadi pada dokumen
2        Balloons                  untuk memilih atau melihat hasil kerja yang telah direvisi
3        Display For Review Memilih bagaimana memandang perubahan yang di usulkan
pada dokumen
4        Show Markup         Memilih markup seperti apa untuk menunjukkan dokumen
5        Reviewing Pane      Menunjukkan suatu revisi pada jendela yang terpisah

Group Changes
No     Nama Icon   Fungsi
1        Acceptp And Move To Next      menerima perubahan baru dan mengusulkan perubahan selanjutnya
2        Reject And Move To Next         menolak perubahan baru dan mengusulkan perubahan selanjutnya
3        Previous Change                          MENAMPILKAN REVISI SEBELUMNYA DIDALAM DOKUMEN SEHINGGA DAPAT MENERIMA/MENOLAK
4        Next Change          MENAMPILKAN DOKUMEN YANG DAPAT
DITERIMA/DITOLAK

Group Compare
No     Nama Icon                      Fungsi
1        Compare                         mengkombinasikan berbagai versi dari document
2        Show Source Documents  Menunjukan sumber dokumen yang dipilih

Group Protect
No     Nama Icon                                Fungsi
1        Protect Document  untuk melindungi hasil kerja karena merupakan sebuah
privasi

TAB VIEW

Halaman pada ribbon ini berisi tombol-tombol untuk mengatur tampilan dari aplikasi, seperti menentukan bentuk tampilan halaman, pengaturan perbesaran (zoom) tampilan, membuat macro, mengatur jendela-jendela yang ditampilkan, dan sebagainya.


Group Document Views
No     Nama Icon   Fungsi
1        Print layout            untuk melihat hasil kerja yang akan di cetak
2        Full screen reading untuk melihat dan membaca hasil kerja dengan ukuran
maksimal

3        Web layout            untuk melihat hasil kerja di web
4        Outline view           untuk melihat hasil kerja sesuai dengan urutan atau bagan
5        Draft view             untuk melihat hasil kerja sesui dengan konsep, sehingga jika salah cepat dibenarkannya

Group Zoom
No     Nama Icon   Fungsi
1        Zoom           untuk Memperbesar tampilan
2        100%           untuk memperbesar hasil lembar kerja ke ukuran normal
3        One Page     untuk melihat hasil lembar kerja ke dalam satu halaman penuh
4        Two Page     untuk melihat hasil lembar kerja ke dalam dua halaman penuh
5        Page Width  untuk melihat hasil lembar kerja sesuai dengan lebar halaman

Group Window
No     Nama Icon             Fungsi
1        New Window                    Membuka jendela baru yang memperlihatkan
Dokumen Tersebut
2        Arrange All            Mengatur semua jendela program sejajar berdampingan
3        Split Window         Membagi jendela menjadi beberapa penel yang
memperlihatkanlembar kerja Anda
4        View Side By Side  Memperlihatkan jendela berdampingan
5        Synchronous Scrolling      Membuat dua jendela menggulung bersamaan
6        Reset Window Position    Menset ulang posisi jendela berdampingan



Group Macros
No     Nama Icon   Fungsi
1        View Macros Memperlihatkan macro dokumen


*Maaf sedikit acak - acakan.

 
Support : Creating Website | Johny Template | CopasBook
Copyright © 2011. CopasBook - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger